oleh Thomas Adhi Nugroho Chaidir
Seringkali orang terengah-engah ketika melihat dan mengikuti perkembangan Sains. Ilmu Pengetahuan dianggap diliputi oleh hal-hal sulit, menjelimet yang tak mungkin dimengerti manusia biasa. Lihat saja betapa sulitnya pelajaran Fisika dan Matematika di SMA, betapa rumitnya sistem-sistem yang dijabarkan dalam pelajaran Sosiologi dan Ekonomi. Lihatlah bahwa seluruh Ilmu pengetahuan itu seakan-akan didesain untuk menyulitkan dan menyukarkan para siswa, bahkan untuk mengekang kreatifitas mereka. Ketika mereka dewasa, mereka pun kemudian melihat Sains secara sinis. Orang-orang pun tumbuh dengan perspeksi yang salah terhadap Sains. Hasilnya? Banyak sekali anggota masyarakat kita yang sudah berpendidikan sangat tinggi, namun tetap mempercayai hal-hal yang tidak memiliki bukti yang jelas. Dan lebih dari itu bahkan, mereka mendiskreditkan upaya ilmiah yang sebenarnya hasilnya mereka nikmati sehari-hari. Jadi sebenarnya ada apa yang salah?
Maka sebenarnya yang salah bukanlah orangnya, mereka tidak salah karena mereka adalah produk sistem yang salah. Di bumi pertiwi yang tercinta ini, para muda-mudi kita dimotivasi untuk meraih sesuatu yang sangat-sangat tinggi, dan namanya adalah nilai di sekolah. Ya, menurut mereka ilmu hanyalah sesuatu yang hanya perlu diperhatikan dan dipelajari karena dapat meningkatkan nilai di transkrip mereka, sehingga kemudian bisa memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan. Padahal ilmu bukanlah itu, Sains bukanlah sekedar alat untuk mendapatkan kedudukan sosial yang lebih tinggi. Sains bukanlah sekedar sebuah pelajaran yang harus dilewati demi kelulusan. Tidak, Sains adalah lebih dari itu.
Sains adalah sebuah cara pandang, cara memandang dunia. Sebuah model yang kita pakai untuk membayangkan bagaimana dunia ini bekerja. Sains adalah sebuah lukisan, yang menggambarkan dunia seutuh-utuhnya. Seperti lukisan pada umumnya, ada berbagai macam jenis dan teknik penggambaran dalam sains. Ada yang menggambar dengan garis-garis yang tegas, akurasi yang sangat tinggi, inilah sains yang matematis, yang memberikan bentuk dan ruang kepada lukisan, inilah fisika, kimia, dan biometri. Ada sains yang kualitatif, dengan pemberian warna-warna yang indah, memberikan sebuah perspektif yang langsung bisa kita pahami dan kita alami, inilah biologi, psikologi, dan sosiologi.
Dan sebenarnya jika kita mencoba mengambil tilas balik, maka kita pun bisa mengalami perkembangan dari pola lukisan, dari seperti gambar anak-anak, dengan proporsi yang tidak beraturan, warna yang polos dan seragam, sedikit-demi sedikit, berubah menjadi fotorealistis, menyerupai aslinya, dan semakin menyerupai setiap harinya. Jika anda perhatikan lukisan ini, akan anda dapatkan daerah-daerah, goresan-goresan yang masih belum sempurna, disinilah tempat kita bisa berkarya, disinilah tempat para ilmuwan setiap harinya, dari seluruh dunia, menggoreskan kuas, menggariskan dengan pensil yang sangat akurat, agar pandangan kita semakin lama semakin akurat.
Sains ada sebagai lukisan, karena kita tidak bisa melihat secara langsung pemandangan yang ada, seperti melihat dari lubang kunci yang kecil, yang terlihat oleh kita dalam kehidupan sehari-hari sangatlah sedikit, tidak dapat menggambarkan apa yang sebenarnya. Sains bekerja dengan banyak teropong, meneropong sedikit demi sedikit, lalu mencoba menggambar detil yang ada, dari yang terlihat. Gambar yang awalnya adalah sekeping-sekeping, sekarang mulai dirangkai dan menyatu seperti sebuah puzzle yang mahabesar, bernama alam semesta ini, dan segala isinya. Terkadang rangkaian yang dibuat tidak cocok, terkadang goresan yang telah ditoreh harus dihapus, terkadang warna harus digradasi lebih jauh, dan setiap hari, proses inilah yang terus-menerus terjadi, sehingga garis-garis akan semakin tajam, dan warna-warna semakin tampak nyata.
Inilah Sains, dihadapan anda, terbuka, terurai bagaikan sebuah untaian penggambaran, semakin dekat anda tatapi, semakin banyak detil yang terlihat, dan semakin banyak detil yang dipahami, maka semakin mantaplah garis-garis pada gambaran besar yang ada. Inilah Sains, di tangan anda, menjadi sebuah peta yang tak tergantikan, untuk mengarungi dan menjalani hidup, di dalam kosmos yang terlampau besar ini.

